You are here: Home » General Knowledge » Beberapa Pengertian Dasar Tentang Proses Perancangan

Beberapa Pengertian Dasar Tentang Proses Perancangan

Bahan ini saya dapatkan dari Prof Saswinadi Sasmodjo (TK), banyak hal semacam ini yang dapat terus dikembangkan untuk memperdalam dan mempertajam kajian kajian yang telah dilakukan senior senior kita. Beberapa pokok pokok pikiran juga perlu diperdalam kembali.

Beberapa Pengertian Dasar Tentang Proses Perancangan

1.1 Fenomena atau masalah atau gejala adalah segala suatu yang dapat kita lihat , alami atau rasakan.
Suatu kejadian adalah suatu fenomena, Suatu benda merupakan suatu fenomena , karena merupakan sesuatu yang dapat kita lihat , adanya suatu benda juga menciptakan keadaaan ataupun perasaan, yang tercipta dengan adanya benda tersebut.

Istilah masalah yang dijadikan padanan dari istilah fenomena harus dibedakan dari persoalan. Masalah mempunyai pengertian netral , sedangkan persoalann mengandung pengertian memihak. Suatu persoalan juga merupakan suatu masalah atau gejala dan karena juga merupakan suatu fenomena. Persoalan merupakansuatu fenomena yang kehadirannya tak dikehendaki . Penyelesaiannya terhadapap suatu persoalan pada hakekatnya adalah suatu usaha dan tindakan untuk meniadakan persoalan tersebut.

1.2 Struktur suatu fenomena
Yang dimaksud dengan struktur suatu fenomena adalah unsur unsur pembentuk fenomena dan hunbungan saling pengaruh (atau pola keterkaitan) yang ada diantara unsur unsur pembentuk fenomena tersebut. Yang penting untuk diingat adalah suatu fenomena terdiri dari unsur unsur fenomena tersebut dan pola keterkaitannya.

1.3 Sistem
Yang dimaksud dengan sistem adalah fenomena yang telah diketahui strukturnya

1.4 Fungsi fungsi suatu sistem
Yang dimaksud dengan fungsi fungsi suatu sisten adalah kemampuan kemampuan yang dimiliki oleh sistem tersebut dan memungkinkan sistem melaksanakan berbagai operasi, sehingga sistem tersebut dapat berperan di lingkungan dimana sistem berada

1.5 Analisis
Melakukan analisis berarti melakukan kajian untuk mengenali struktur suatu fenomena. Analisis dilaksanakan dengan melakukan telaah terhadap fenomena secara keseluruhan, maupun terhadap bagian bagian yang membentuk fenomena tersebut serta hubungan keterkaitan diantra unsur unsur pembentuk fenomena secara keseluruhan, maupun terhadap bagian bagian yang membentuk fenomena tersebut serta hubungan keterkaitan diantara unsur unsur pembentuk fenomena tersebut.

Pengetahuan tentang struktur  suatu sistem yang diperoleh dengan melakukan analisis terhadapap fenomena sistem tersebut, memungkinkan dikenalinya fungsi-fungsi yang dapat ditegakkan oleh sistem, serta kelakuan dan dinamika sistem tersebut.

Dikenalinya fungsi fungsi yang dapat ditegakkan sistem memungkinkan seseorang untuk menggagaskan kemungkinan-kemungkinan kemanfaatan sistem, maupun langsung memanfaatkan sistem tersebut.

Di dalam ilmu teknik dan berteknologi, analisis lazimnya terkait dengan persoalan yang dapat diungkakan dengan pertanyaan pertanyaan berikut :

“Bagaimana dapat memanfaatkan struktur dan fungsi -fungsi yang dimiliki sistem itu”

dan/ atau pertanyaan berikut :

Bagaimana cara mempengaruhi kelakukan sistem tersebut, sehingga dapat dioperasikan dengan pola laku tertentu yang dikendaki “

yang berart mempertanyakan bagaimana cara mengendalikan sistem.

1.6    Simulasi
Simulasi adalah suatu kajian untuk mengenali kelakuan suatusistem melalui modelnya. Kiranya jelas bahwa pelaksanaan simulasi selalu memerlukan model dari sistemnya. Pemahaman kelakuan proses melalui modelnya dengan cara simulasi memungkinkan terhindarinya upaya yang terlalu banyak memerlukan sumber daya dan dana.

1.7    Sintesis
Sintesis merupakan aktivitas dan alur pemikiran di dalam memadukan konsepsi-konsepsi dan obyek-obyek fisik beragam tetapi mempunyai kompabilitas, menjadi suatu kesatuan, sehingga membentuk suatu sistem.

Di dalam ilmu teknik dan berteknologi, persoalan sintesis dapat diungkapkan dalam bentuk pertanyaan berikut :

“ Bagaimana cara membuat suatu “artifact” (obyek buatan) atau suatu tatanan kerja yang mempunyai fungsi dan pola laku serta ciri tertentu dari sistem sistem yang ada atau telah tersedia “

atau

“Bagaimana struktur struktur yang ada/ tersedia dapat dirakit ataupun ditata kembali untuk mendapatkan struktur lain yang dapat menghasilkan fungsi fungsi dan ciri-laku tertentu yang dikendaki ? “

1.8    Merancang
Merancang merupakan suatu aktivitas untuk :

  • a.  mendefinisikan bagaimana struktur  dari sitem yang ingin diciptakan ,dan
  • b.  merumuskan bagimana  cara membentuk struktur tersebut.

Catatan :
 
(1)     kegiatan merancang merupakan kegiatan yang bertujuan menciptakan sesuatu
(2)     proses pemikiran dan kegiatan kegiatan dalam merancang memerlukan pendekatan yang lebih bersifat sintesis ,walaupun di dalam merancang diperlukan juga aktivitas analisis ;

a.        kegiatan yang bersifat sintesa dalam merancang tertuju kepada upaya untuk meyusun struktur yang perlu dibentuk (tentunya dari struktur – struktur yang ada)
b.       setelah tersusun yang dikehendaki, tindakan berikutnya adalah merumuskan cara tentang bagaimana struktur tersebut harus dibentuk , dan sejajar dengan itu melakukan pengujian apakah struktur yang dihasilan memenuhi tujuan perancangannya.

(3)     merancang dalam ilmu teknik harus berpedoman pada norma norma :

a)       sistem yang diciptakan harus dapat dibentuk dan dioperasikan secara effisien,baik terhadap penggunaan sumber – sumber fisik ,waktu dan dana;
b)       sistem yang diciptakan tidak menimbulkan disrupsi yang menggoncang tatalingkungan , maupun membahayakan lingkungan tersebut, fisik maupun sosial

(4)     merancang dilakukan dalam upaya untuk menanggapi/memenuhi suatu kebutuhan yang timbul karena adanya suatu keinginan ;
(5)     kegiatan analisis juga diperlukan setelah wujud rancangan terbentuk , untuk mengevaluasi dan menguji apakah sistem yang terancang tersebut dapat merealisasikan fungsi fungsi yang diinginkan tertegakkan, sesuai dengan tujuan dirancangnya sistem, serta menguji apakah persyaratan- persyaratan yang harus dipenuhi sistemnya terpenuhi.

a)       pemahaman terhadap kebutuhan yang terkandung di dalam suatu keinginan;
b)       memahami dan mendefinisikan secara spesifik apa kebutuhan tersebut;
c)       mencari pilihan cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut;
d)       memilih cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan
e)       merumuskan fungsi fungsi yang perlu ditegakkan untuk mewujukan cara pemenuhan kebutuhan

(6)     kegiatan analisis juga diperlukan setelah wujud rancangan terbentuk, untuk mengevaluasi dan menguji apakah sistem yang terancang tersebut dapat merealisasikan fungsi fungsi yang diinginkan tertegakkan, sesuai dengan tujuan dirancangnya sistem, serta menguji apakah persyaratan persyaratan yang harus dipenuhi sistemnya terpenuhi.