You are here: Home » Ekonomi » E-business untuk pasar agrikultur

E-business untuk pasar agrikultur

Pada beberapa bagian tulisan kebelakang ini , adalah lanjutkan tulisan dari Kang Didi Sugandi (dsugandi@gmail.com) yang berbicara pada konsep pengembangan pasar agrikultur dengan membawa konsep digital/elektronik dalam proses transaksinya. Konsep ini berhubungan dengan konsep lawang tani yang telah disusun beberapa waktu yang lalu. Ada serangkaian tulisan yang akan saya tampilkan perlahan-lahan.

-bsd-

Platform E-Business untuk pasar agrikultur

Abstract: E-commerce bukanlah sebuah konsep baru. Digitalisasi data telah memberikan kemungkinan untuk mengeliminasi dokumen-dokumen kertas, mengurangkan biaya-biaya dan memperbaiki efisiensi melaui pertukaran data dan informasi bisnis dalam bentuk elektronik. Objective dari project ini adalah mengoperasikan dan mengembangkan suatu platform E-business untuk pasar agrikultur yang mendukung layanan-layanan seperti trading, informasi harga terakhir, resi gudang elektronik (RGE) dan membuat semua layanan ini tersedia di internet dan SMS serta melalui IVR (Interactive Voice Response). Walau banyak platform e-business untuk agrikultur eksis di pasar namun mereka umumnya tidak bisa memastikan bahwa komoditi adalah benar-benar ada dipegang atau dimiliki oleh penjual serta kuantitas dan kualitas-nya adalah sebagaimana yang dispesifikasikan. Untuk mengatasi masalah ini kami kemukakan konsep Resi Gudang Elektronik.

1. Introduksi

Project ini memiliki sasaran berfungsinya sebuah platform layanan bisnis yang mendukung e-trading reguler sebagaimana juga trading berdasarkan pada pembelian dan penjualan Resi Gudang Elektronik (RGE) serta penyediaan informasi harga terakhir harian produk pertanian di suatu pasar spesifik. Layanan-layanan ini bisa diakses melalui internet, sms dan telepon (melalui Interactive Voice Response, IVR).

1.1 Mengapa platform e-business untuk pasar agrikultur?
About ……% dari populasi Indonesian is engaged in agriculture.

  • Agriculture being the major source of livelihood in Indonesia especially in villages is ironically very backward in technology.
  • Para petani memperoleh harga rendah untuk produk-produk mereka akibat, antara lain:
    1. jumlah pembeli dan penjual terbatas akibat kendala-kendala berupa hambatan-hambatan geografis (spatial) dan temporal,
    2. ketiadaan wahana untuk secara kolektif menentukan harga (collective price determination),
    3. ketiadaan akses kepada  informasi harga, dan
    4. kurangnya pengetahuan teknologis.
  • E-business platform mengatasi kendala-kendala ini karena perdagangan bisa terjadi dengan cepat dan bisa dilakukan dari tempat manapun dan dengan siapapun tak tergantung lokasinya.
  • Selain mampu melakukan price determination secara kolektif ia juga bisa menyediakan price discovery (menemukan informasi harga) yang termutakhir (update).
  • The particular shape dari “representation boundaries” pasar akan dipengaruhi / ditentukan oleh the nature of those information costs – antara lain biaya-biaya
    1. untuk menemukan (discovering) dengan siapa bisa bertransaksi (whom to transact with),
    2. untuk menginformasikan others mengenai peluang-peluang pertukaran (exchange opportunities)
    3. untuk membandingkan alternatif / pilihan-pilihan (comparing alternatives/options),
    4. untuk menegosiasikan (negotiating terms of trade), serta
    5. untuk  menata-kelola dan memantau kesesuaian (governing and monitoring compliance)

Terdapat berbagai pelaku (players) serta banyak perspektif dalam penciptaan ‘Value Added Service, (VAS)”. Teknologi yang evolving secara konstan merubah the value creation chain dan bisa memunculkan pelaku-pelaku jaringan baru. Dari sebuah titik pandang fungsional, setidaknya pelaku-pelaku berikut bisa diidentifikasikan:

  • content (transactional service)* provider,
  • content (transactional service)* packager,
  • service provisioned,
  • access provider dan
  • bandwidth provider (pemilik dari physical channels).

Note: *= bergantung kasus, misalnya mobile banking, kata ‘content’ disubstitusikan dengan ‘transactional service’.

1.2 Apa Resi Gudang Elektronik (RGE) itu?

Sebuah resi gudang (negotiable [atas-perintah atau atas-nama?]) diterbitkan (issued) oleh operator gudang (warehouse operator) bagi seseorang yang menyimpan (deposit) barang-barang komoditi pertanian di dalam gudang. Resi gudang diterima oleh bank-bank komersil sebagai collateral security untuk grant of loan against the goods yang disimpan dalam gudang-gudang, kemudian sebuah resi gudang juga bisa dipindah-tangankan (transferable) melalui cara pembelian dan penjualan.
Namun ada problem-problem tertentu terkait dengan sistem resi gudang berujud kertas sekarang ini misalnya delivery fisik dari resi, yakni tahap final dari transaksi, bisa memunculkan biaya transaksi tambahan (handling, transporting and storing certificates) dan mungkin juga menyebabkan kerugian-kerugian dalam bentuk pencurian, hilang ketika transit atau pemalsuan. Sebuah Resi Gudang Elektronik (RGE) menghindari masalah-masalah ini dengan cara menyimpan rekaman digital kepemilikan dari resi. Hal ini mendukung e-business karena buyer bisa memperoleh kepastian mengenai kualitas dan kuantitas dari komoditi yang disebutkan dalam the offer,  kemudian sertifikat-sertifikat tidak dibutuhkan secara fisik dibuat.

1.3 Bagaimana platform e-business yang ini berbeda dari yang lain?

Saat ini terdapat banyak platform e-business agrikultur tersedia. Dunia hari ini semakin lebih kompetitif setiap hari, menuntut dari business platforms fleksibilitas untuk menyesuaikan diri mereka sendiri kepada kebutuhan-kebutuhan dan situasi pasar serta pangsa users yang dituju. Karena mengembangkan sebuah platform bisnis untuk pasar agrikultur Indonesia, perlu diperhitungkan fitur-fitur dasar serta kebutuhan-kebutuhan dari populasi yang dituju yaitu para pedagang dan para petani. Harus dipertimbangkan tingkat kemelekan [literacy], understandability and computer literacy of the targeted section. Juga, harus dipertimbangkan keterjangkauan (reachability) serta ketersediaan internet di desa-desa dan pasar-pasar. Karena itu, kami mengintroduksikan inovasi-inovasi yang diperlukan serta fleksibilitas-fleksibilitas dalam project ini untuk menjadikan hal ini sebuah keberhasilan.

Kami telah mengidentifikasi beberapa basic features of a business platform untuk agrikultur, which are essential bagi keberhasilannya, although some of these are general features which apply to any business platform in or outside Indonesia:

  • Ketersediaan dan keterjangkauan: Para pedagang dan petani, yang menjadi targeted users dari platform business ini, biasanya tidak memiliki akses ke internet di desa-desa dan di pasar-pasar. In order to ensure the availability and reachability, medium yang dipilih haruslah yang populer. Karenanya, kami mengembangkan sistem IVR, yang membuat layanan-layanan tersedia tersedia melalui telepon – khususnya telepon genggam (handphone), which are nowadays very common in pasar-pasar sebagaimana juga di kampung-kampung. Jadi, kami juga telah membuat beberapa layanan tersedia melalui SMS. Users bisa melakukan price posting dan price queries serta bisa memperoleh alerts dan updates melalui SMS.
  • Kemudahan bahasa: Sebagian besar dari users seperti para petani dan pedagang tidak comfortable menggunakan bahasa Indonesia. Maka, we have tried to keep our platform bilingual, making available many services dalam bahasa daerah juga.
  • Computer literacy: Juga, banyak users tidaklah computer literate. Masalah ini ditangani oleh sistem IVR dan layanan sms, yang penggunaannya tidak menuntut computer literacy.
  • Keandalan: Walaupun banyak platform e-business agrikultur exist sekarang ini namun mereka tidak dapat  memastikan bahwa komoditi adalah benar-benar dimiliki atau dipegang oleh penjual beserta quantity dan quality-nya konsisten dengan apa yang disebutkan dalam penawaran (offer). Untuk memecahkan problem ini kami telah tampilkan konsep Resi Gudang Elektronik (RGE). Dalam model ini komoditi akan di simpan di gudang, kemudian the offer hanya bisa di-post-kan untuk komoditi itu. Maka, para calon pembeli yang berminat akan bisa yakin bahwa quantity dan quality dari komoditi adalah apa yang dinyatakan dalam offer.
  • Related information: Harga-harga paling mutakhir (update) dari komoditas pertanian tersedia untuk masing-masing pasar. Juga, website (portal) pasar, dengan apa project ini diintegrasikan, menyediakan informasi tentang penyakit-penyakit tanaman, bibit, pupuk, pestisida-pestisida dan perkembangan-perkembangan terakhir di bidang agrikultur.

Project ini diimplementasikan dalam lima bagian:

  • Web based trading
  • Resi Gudang Elektronik (RGE)
  • Administrasi pasar
  • IVR system
  • Database Management System
  • SMS alerts