You are here: Home » Antropologi » Etnografi

Etnografi

Etnografi adalah salah satu cabang dari antropologi ( http://en.wikipedia.org/wiki/Antropology ) terutama dari cabang ilmu antropologi sosial.

Dalam Ensiklopedia Indonesia (ENI) , disebutkan etnografi adalah cabang antropologi, merupakan pelukisan dan analisis tentang kebudayaan suatu masyarakat atau suku bangsa. Etnografi biasanya terdiri atas uraian terperinci mengenai aspek cara berperilaku dan cara berpikir yang sudah membaku pada orang yang dipelajari, berupa tulisan, foto, gambar atau film yang berisi laporan atau deskripsi tersebut. Yang dipelajari oleh ahli etnografi adalah unsur kebudayaan suatu masyarakat seperti , bahasa, mata pencaharian, sistem teknologi, organisasi sosial, kesenian , sistem pengetahuan, dan religi. Bila penulisan yang dilakukan menggambarkan perbandingan antara dua atau lebih kelompok masyarakat, studi perbandingan tersebut disebut etnologi.

Deskripsi kebudayaan berbagai suku bangsa di Indonesia telah banyak pula dibuat oleh orang Eropa sejak abad ke-16. Para penulisnya adalah pendeta penyiar agama nasrani, para musafir, peneliti bahasa, penyidik alam, pegawai pemerintahan jajahan. Mereka ini pun pada umumnya tidak mempunyai keahlian khusus dibidang penulisan etnografi. Namun pada periode lebih akhir, muncul penulis etnografi yang cukup ahli dan menulis dengan melakukan penelitian cukup mendalam dalam waktu yang lama untuk meneliti suatu kebudayaan. Diantaranya, C.Snouck Hurgronje yang menulis tentang kebudayaan Aceh dan A.C Kruyt yang menulis tentang kebudayaan Toraja.

Beberapa teknik dasar yang digunakan oleh etnografer adalah :

  1. Langsung, pengamatan dari tangan pertama per hari, ini biasanya menggunakan teknik observasi partisipasi (participation observation)
  2. Melakukan pembicaraan dengan tingkatan formalitas yang berbeda. Ini biasanya dilakukan interview dalam waktu cukup lama.
  3. Metode genealogi. Ini adalah prosedur yang biasanya dilakukan oleh para etnografer untuk menemukan dan mencatat hubungan hubungan misalnya hubungan kekerabatan dengan menggunakan diagram dan simbol
  4. Pekerjaan detail bersama orang yg mempunyai pengaruh penting (key consultans) pada bidang komunitas yang diinginkan
  5. Interview mendalam.
  6. Menemukan persepsi dan sistem kepercayaan masyarakat setempat (belief system)
  7. Penelitian yang di fokuskan pada permasalahan (problem oriented research)
  8. Penelitian longtudinal, studi berkelanjutan pada suatu area tertentu
  9. Peneltian tim
  10. Studi kasus .