You are here: Home » Sejarah » Pemikiran WS-Rendra

Pemikiran WS-Rendra

Salah satu seniman atau sebenarnya bisa saya sebut pemikir besar abad 20 Untuk Indonesia adalah WS-Rendra. Hal ini baru saya sadari setelah melihat sebuah rekaman yang di rekam pada sekitar tahun 2004 atau 15 tahun setelah rekaman ini direkam oleh Peter F Gontha dalam satu wawancara.

 

Pada rekaman bagian pertama ini ada, saya tulis beberapa hal yang ada dalam wawancara Rendra ini, dan menjadi salah satu pemikiran besar bangsa ini dari salah seorang yang disebut penyair , yang juga disebut penyair , atau budayawan.

peter : Pada saat nya kita hrs melakukan perubahan untuk yg kita ingin capai
tidak perlu patokan sesuatu tidak bisa berubah , atau inflexible

WS-Rendra :
Yang tidak dapat berubah itu hukum alam
tetapi hukum masyarakat dan hukum akal sehat berkembang dari masa ke masa
harus selalu ada , untuk bisa wajar manusia harus tidak mengkianati hukum alam
tetapi juga tidak boleh meremehkanhukum masyarakat dan hukum akal sehat
boleh tidak puas , dan mempertimbangkan nya
tetapi tidak boleh meniadakannya

peter : dalam konteks indonesia masa depan , mungkin cape membicarakan
tapi harus dalam nuansa membangun

membangun kesadaran baru
cara baru untuk memandang hal-hal yang lama
misalnya para politisi

artinya jauh sebelum hidup bernegara sudah hidup berbangsa
dengan ciri ciri
punya bahasa pergaulan
yang sebenarnya sudah sejak tahun 600 an M
abad 7 itu sudah ada bahasa linga franca
yaitu bahasa pemersatu , bahasa jawa kuna
dengan tulisan dewa nagari
dengan tulisan

kalendar juga sama , kalendar saka
yg di sumba , flores sumba , jawa ,
tarik yg dipakai sama , saka ,
meskipun bahasa ada sendiri sendiri
ada tulisan sendiri sendiri
sebagai satu kelompok dalam satu habitat yg disebut tanah air

pada abad 11 – 12
muncul bahasa melayu

mulai muncul arab gundul
kalender arab gundul
tarik nya ada tarik islam
tahun saka juga tetap dipakai
daerah daerah berkembang

muncul sastra, sastra aceh , sastra jawa sastra sunda
sastra bali , sastra bugis , sastra batak , sastra minang sastra riau

bahasa yg dipakai dalam pergaulan

eropa saja tidak ada , hanya latin yang datang dari atas saja
belum ada sastra inggris , beluim ada sastra prancis ,

pada abad 19 ,
bahasa melayu menjadi bahasa pergaulan
dan huruf nya jadi huruf latin
dan ada kalender gregorian
jadi ada kalender gregorian , ada kalendar saka ada kalender arab
ada juga petangan-petangan bali , jawa dan lain juga
ini menarik
daerah-daerah itu berkembang tetapi sudah ada bahasa pemersatu
bahka sudah ada sastra melayu lahir pada abad 17
bersamaan dengan masuk nya VOC , di aceh ada penyair Hamzah Fansuri
menulis syair perahu dan burung balang dalam bahasa melayu
tidak ada yang menyuruh
yang menganjurkan adalah pergaulan bersama itu
sudah ada sastra aceh sudah ada sastra arab , beliau sendiri menulis dalam bahasa arab

beliau menulis syair perahu dan burung balang dalam bahasa melayu yang indah
ini tentu tunturan masyarakat agar masyarakat dapat membaca karya-karya
jadi sebenarnya aceh adalah pelopor sastra indonesia
setelah itu berapa abad kemudian ada raja ali haji gurindam duabelas
baru abdullah

yang menarik di abad 18 dan19
peranakan cina dan indo menulis sastra prosa
kisah bersambung ,
dunia sastra indonesia mengenal sastra prosa dari turuna cina dan indo
siapa yang menyuruh mereka begitu ?

Rekaman ini ada beberapa seri dan Url lengkap nya dapat dilihat pada :